Bersikap Sistematis, Spontan (Uhuy) atau Malah Keduanya?
Jika saya refleksikan kehidupan saya beberapa tahun ke belakang — tentunya, ada pola sama yang saya sadari. Misalnya, saat membuat perencanaan mengajar saya tipikal yang perlu persiapan jikalau memang dirasa belum menguasai materi. Saya merasa cenderung sistematis ketika mengajar, namun tidak pernah lepas dari spontanitas yang uhuy itu.
Saya merasa akan sangat kaku jika saya terlalu terpaku pada rencana, namun akan sangat tidak on track — gampang melenceng jika saya sama sekali tidak memiliki pola yang sistematis. Hal ini juga berlaku ketika saya diminta untuk merencanakan dan mengeksekusi sebuah project. Bagi saya, sistematis mungkin dapat dianalogikan sebagai kompas yang menjadi panduan menentukan arah. Sedangkan, spontanitas yang uhuy itu adalah cara saya bergerak untuk menghindari lubang yang bisa saja saya temui di jalan. Jikalau tidak menganut keduanya, maka sudah pasti saya melupakan bahwa selalu ada hal-hal di luar kendali yang tentunya bisa muncul kapan saja.
Ini berarti bahwa saya memadukan kedua hal yang agaknya bertolak belakang, namun kombinasi ini justru menjadi yang paling cocok untuk saya. Kenyataannya, saya akan cenderung stress jika sama sekali tidak melakukan perencanaan yang sistematis. Namun, di sisi lain saya juga akan merasa stress jika segala sesuatu harus mengikuti jadwal tanpa ada ruang gerak — tidak ada kelonggaran barang sedikit. Setidaknya, ini menjadi salah satu upaya menjaga kewarasan berpikir dalam menjalani kehidupan.
| Source: Pinterest |
Mungkin memang ada benarnya bersikap demikian, jikalau menganut asas segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Oleh karena itu, keterampilan dalam menyeimbangkan keduanya perlu terus diasah. Atau dengan kata lain segala hal yang ada dalam hidup ini memerlukan jam terbang — agar seimbang dan tidak berat sebelah. Setidak-tidaknya saya bisa belajar mengenali situasi dan menempatkan kapan harus begini dan kapan harus begitu.
Bagi saya, keduanya bukan pilihan, melainkan dua hal yang saling melengkapi. Jadi, kamu sendiri masuk tipikal yang bagaimana?
Komentar
Posting Komentar