Setiap Karya Punya Cerita
Tulisan ini ditulis selepas mendengarkan beberapa lagu yang menarik menurut telinga saya. Entah itu ditulis karena kisah hidup si penyanyi sendiri maupun kisah orang lain di sekitarnya. Ngomong-ngomong soal lagu, saya suka mengikuti jalan cerita bagaimana lagu itu dibuat. Behind the song menurut saya adalah sesuatu yang lain yang sayang untuk dilewatkan. Karena satu hal yang saya pahami adalah semua pendengar memiliki interpretasinya masing-masing terhadap sebuah lagu yang sedang didengarkan. Sehingga, ketika saya mengetahui sekilas di balik lagu tersebut, saya merasa bisa menyelaminya dan bisa ber-oh-ria sepanjang mendengarkannya. Meskipun, hal ini juga tidak saya kulik di semua lagu yang saya dengarkan.
Lagu The Overtunes yang berjudul "Sampai Kapan?" misalnya lahir dari perasaan stagnan akan hidup serta hilangnya semangat hidup. Sampai kapan harus bermalas-malasan menjalani hidup, padahal manusia harus terus ber-progress. "Gaze" oleh Adhitia Sofyan menceritakan seseorang yang sedang duduk di suatu sudut kafe dan terpesona oleh orang lain yang sedang duduk di seberang sana— diam-diam memerhatikan dan tidak ingin momen itu tidak akan selesai. Atau lagu Reality Club judulnya "Close to You (Jauh)" tentang spiritual awakening dari penyanyinya karena sedang mempertanyakan apakah saat sedang merasa jauh dan banyak melakukan kesalahan apakah kita masih tetap akan ditunggu? serta bagaimana cara agar bisa mendekat.
Ada juga cerita tersendiri saat interpretasi pribadi saya melesat jauh dari makna aslinya. Ada satu lagu milik The Overtunes yang berjudul "Tak Bisa Kupercaya" yang ternyata ditulis selepas penulis marah besar dengan ibunya dan merasa menyesal telah melakukannya. Padahal, sebelum tahu cerita itu saya mengira lagu tersebut bercerita tentang kisah seseorang yang merasa kesal dengan seseorang sampai merasa muak dengan liriknya "...serahkan semua padanya, jemari menutup telinga, wajah berwarna merah tak bisa kupercaya."
Tentu banyak sekali lagu yang ketika saya mendengarkannya dan mengetahui cerita di balik pembuatannya merasa sangat kagum dan mungkin takjub. Bahkan kadang ketika saya melihat penyanyinya sendiri merasa takjub dengan lirik atau lagu yang dia buat sendiri tuh kayak personal banget.
| Source: Pinterest |
Saya merasa keindahan dari sebuah seni sangat personal dan begitu mengagumkan ketika terasa jujur dan tulus. Begitu pula seni sendiri— apapun itu bentuknya bisa menjadi ruang penghiburan atau penyembuhan bagi penciptanya.
Selain itu, yang membuat saya merasa wow karena dengan segala bentuk karya seni itu, seperti halnya lagu misalnya bisa memberikan dampak yang besar bagi penikmatnya dan lebih banyak orang lain. Kadang sewaktu mendengarkan lagu saya sambil membaca kolom komentar dan banyak sekali yang merasa related— bahkan sampai merasa sama persis dengan alur cerita lagunya. Menurut saya, di situlah letak magisnya— lagu yang dibuat dari kisah personal memiliki emosi yang sampai ke siapapun yang mendengarnya, bahkan sampai terasa menjadi milik bersama. Sebuah pengingat bahwa lewat sebuah karya kita bisa merasa hidup bersama dan bahkan mungkin tak pernah sendiri melaluinya? Mungkin, saya akan menuliskan beberapa lagu lain yang menarik menurut saya. Tunggu di tulisan episode selanjutnya hihihi.
Komentar
Posting Komentar